Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2020

MIRACLE (Chapter 3)

"Hai Marsha, kita ketemu lagi." Katanya sambil melambai tangan ke arahku.

"Hai Ryou." Jawabku sambil senyum.

"Eh.. Kalian sudah sailing kenal?!" Teriak Ran.

"Yah... Begitulah.." Jawab Ran.

"Bagaimana kalian bisa saling kenal?" Ran penasaran dengan sahabatnya itu

"Waktu perjalanan pulang kerja." Singkatku malas menjawab pertanyaan ran.

"Ehm... Ini siapa Marsha?" Tanya ryou yang dari tadi diam.

"Ryou kenalkan ini Ran Shimizu, dan Ran ini Ryouta Wistaria." jelas Marsha memperkenalkan mereka berdua.

Setelah mareka masing-masing ngobrol satu sama lain. Marsha malah asik sendiri, dia masih kepikiran tentang kejadian semalam yang telah menimpanya. Marsha masih bingung apa yang terjadi.

"Mar... Mar.... Marsha!!!" teriak seseorang yaitu Ran sahabat marsha.

"Eh... Apa?" tanya Marsha yang terkejut oleh Ran.

"Sebentar lagi bel sekolah, kita harus masuk ke kelas. Ah, Ryou kamu ke ruang kepala sekolah." kata Ran menuju ke kelas yang di ikuti Marsha.

"Thanks, Ran" teriak Ryou sebelum mareka berdua hilang dari pandangannya.

Setelah berbincang - bincang dengan Ran dan Marsha Ryou menuju ke ruang kepala sekolah sambil terkekeh seram. Marsha dan Ran tidak tau apa yang akan terjadi yang berbuat dari Ryou. 

Kring... Kring....

"Anak-anak kita akan dapat murid baru." kata guru wali

Semua kelas berbisik-bisik dan sibuk sendiri.

"Pak, apa anak baru cewek atau cowok?" tanya salah satu murid.

"Cowok." jawab singkat pak wali.

Sekelas heboh yang paling berisik perempuan yang terus berbisik-bisik. Sedangkan anak cowok merasa sebal kedatangan murid baru cowok bukannya cewek. Sedangkan Marsha dan Luka tidak tertarik suasana tersebut. Walaupun Marsha sudah tau murid baru 'itu' tapi yang tidak sangka 'dia' sekelas dengannya.

"Sudah! Jangan berisik!! Nah, silakan masuk." perintah guru persilakan anak baru tersebut.

Semua anak kelas menanti-nanti anak baru itu. Anak laki- laki berambut hijau tua, tinggi, mata abu-abu dan sifatnya yang gantleman. Ketika anak baru itu masuk kelas semua anak cewek pada sibuk sendiri kecuali marsha yang biasa saja.

"Namaku Ryouta wistaria, aku pindah kesini karena pekerjaan orang tua. Salam kenal semua." kata Ryou yang bersenyum tulus.

Semua orang yang langsung berisik dan langsung jatuh hati, kecuali Marsha. Ketika saat itu Ryou melihat Marsha sedang melihat jendela. Ketika sadar Marsha yang merasakan di lihatin langsung ke asal tatapan itu, yang ternyata Ryou yang melihatnya sambil senyum tipis. 

"Ryouta silakan duduk di tempat kosong." kata guru persilakan duduk pada Ryou.

Ryou berjalan ke tempat kosong di belangkang, semua kelas berbisik - bisik tentang Ryou. Tapi mareka semua termasuk Marsha tidak tahu apa yang disembunyikannya. Dengan pastinya Ryou diam-diam senyum licik dan tidak ada melihatnya.

'Kalian semua sangat bodoh, termasuk kau Marsha. Kehidupanmu akan hancur hahaha....' Ryou dalam hati dengan wajah senyum licik.



Di luar sekolah

'Aku harus memberitahunya dengan secepatnya! Semoga kau baik baik saja Mar.' kata pemuda itu yang jaraknya jauh dari sekolah.




~Marsha pov~

Marsha yang dari tadi merasa diperhatikan di luar sekolah langsung menengok ke arah jendela. 

'Apa itu tadi? Kok ada yang melihatku, kenapa perasaanku sakit?'

"Mar, ada apa?" tanya Ran yang kebingungan melihatku tiba tiba tengok ke arah jendela.

"Ah, bukan apa-apa kok." kataku sambil melanjutkan perkerjaanku.

'Tadi itu apa? Tadi ada mengawasiku, kok sekarang sudah hilang. Apa cuma perasaanku saja ya? Yah sudahlah yang penting belajar dulu.' dalam hati Marsha 

Ting...tong....ting....

"Akhirnya jam istirahat. Ayo, Mar ke kantin sudah lapar nih." teriak ran di pintu melambaikan tangan ke arahku.

"Ya, sebentar lagi selesai." teriakku yang masih belum selesai mencatat.

"Kalo gitu aku duluan ya, Mar." teriak Ran

"Okay" balasku fokus ke kerja.

"Mar, kamu gak makan?" pemuda yang memperhatikan dari belangkang.

"Ya, sebentar lagi selesai kok." kataku tidak menoleh sama sekali.

"Ahh~ akhirnya selesai." lanjutku sambil merenggangan tangan ke atas.

"Kau mau ke kantin bersamaku?" tanya pemuda di belangkangku

"Boleh." jawabku jalan ke arah kantin.

"Apa kamu baik baik saja Mar? Kamu kelihatan pucat." tanya Luka dengan wajah khawatir.

"Aku baik baik saja kok, jangan khawatir mungkin kecapean." jawabku sambil wajah semangat.

"Kalo terjadi apa apa langsung bilang ke aku ya." kata luka menampilkan senyum tipis

"Oke, thanks Luka." kataku dengan senyum tulus.

Kami berjalan lorong sambil bercanda dan ketawa oleh cerita lucu dari luka dari masa kecil. Dan pertama kali aku melihat ketawa yang tulus, dalam ceritanya ada anak perumpuan yang selalu bersamanya dan itu mengingat aku dengan Kou selalu bersama dan tidak terpisahkan hingga Kou pergi aku tetap sedia dengannya tapi aku tidak tahu keadaannya. Aku harus tetap percaya kepadanya akan kembali kepadaku karena dia sudah janji kepadaku.

"Kau sangat menyukai gadis itu ya?" tanyaku tiba tiba dan melihat wajahnya kaget.

"Ya," jawabnya dengan wajah lembut
"Kau, kenapa tanya begitu?" tanyanya heran

"Aku mendengar ceritamu dan itu membuat aku mengingat kembali dengan teman masa kecilku." kataku mengingat masa lalu kami yang begitu lamanya aku tunggu tunggu dia.

"Semoga kalian dapat bertemu kembali ya." katanya lembut.

"Ya." jawabku singkat dan menarawang di bawah sadar.

"Mar-" katanya kepotong karena tiba tiba kaca di sampingku pecah dan ke arahku.

"AWAS!!" teriaknya dan tarik tanganku dan jatuh di atas pelukannya.

Saat kubuka mata aku lihat Luka di bawahku. Dan aku langsung menjauh dari tubuhnya supaya bisa bangun.

"Marha, apa kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah khawatir.

"Ya, aku baik baik saja." jawabku yakin supaya Luka tidak khawatir aku.

"Untunglah kau baik-baik saja" jawabnya lega.

"Kau baik juga kan?" tanyaku balik dengan wajah yang sedikit khawatir.

" ya, aku baik. Tadi hampir saja." jawabnya masih melihat kaca di depan kakinya.

"Ap-" perkataanku kepotong karena sebuah teriakan.

"KYAAA..." 

"Tadi ada sebuah teriakan?!" tanyaku panik.

"Itu berasal dari kantin. Ayo, Mar kita kesana!" ajaknya panik

"Ya." jawabku singkat.

Kami berdua berlari dengan kecepatan penuh menuju ke kantin. Dan disana.....









TBC... 






****
Ryou "Thor, mana aku kok gak muncul sih?" 

Thor " lah kan kamu uda muncul"

Ryou " masa cuma begitu doang"

Thor "bagaimana lagi" 

Marsha "sabar" 

Luka "sabar, tahan amarah mu."

Ryou "ya sudah lah"

Thor, Marsha, Luka, Ran, Ryou " ikutin cerita ini ya! Bai bai"

****

Jumat, 27 Desember 2019

MIRACLE (Chapter 2)

"Aku Ryouta Wistaria salam kenal," jawabnya dengan senyum tipis.

"Aku Marsha Himura, salam kenal." jawabku dengan senyum manis tentunya.

"Panggil aja Ryou, Marsha." katanya dengan santai.

"Ok, sebaiknya aku pulang dulu." kataku sambil tersenyum.

"Apa kau mau ku antar?" tanyanya sambil menawarkan diri.

"Tidak perlu." jawabku dengan menggelengkan kepala.

"Sebaiknya aku antar. Lagi pula sudah gelap, akan berbahaya bagimu." bantahnya.

"Tapi...," jawabku ragu

"Tidak ada tapi-tapian, ayo" jawabnya sambil menarik tanganku.

Saat perjalanan kami berdua, suasananya hening menunggu salah satu bicara. Akhirnya aku yang mulai berbicara.

"Ryou, kau tidak dimarahi oleh orang tuamu?" tanyaku ke Ryou sambil meliriknya sekilas.

"Tidak, mereka berdua tidak peduli dengan anaknya sendiri dan membebaskan anaknya sendiri melakukan apapun." jawabnya dengan berwajah sendu.

"Apa kau tidak apa-apa? Mukamu sangat pucat." kataku saat melihat keadaannya.

"Tidak apa-apa." jawabnya yang dingin.

"Anu... Sebenarnya mau sampai kapan kau menarik tanganku?" kataku sambil merona di pipiku.

"Eh! Maaf, maaf" jawabnya yang terkejut dengan wajah yang memerah.

"Hei Ryou," kataku yang terpotong saat mendengar suara mobil kearah kami.

"Kyaa!!!" teriakku yang tiba-tiba ada truk di depanku.

"Awas Marsha!!" teriak Ryou sambil melompat kearahku untuk menghindar truk besar.

'Ada apa? Mengapa ini bisa terjadi? Aku lihat truk itu menuju ke arahku. Sebenarnya apa yang terjadi? Tadi kusempat lihat truk itu sempat berhenti di depanku. Walaupun sebentar tapi aku sangat yakin. Apa ini keajaiban bahwa aku diselamatkan?' bantinku sambil gemetar hebat.

"Marsha, kau baik-baik saja?" tanya Ryou dengan wajah khawatir.

"Ya," jawab Marsha yang masih gemetar hebat.

"Sebaiknya kita cepat pulang. kau pasti masih terkejut dengan kejadian hari ini." ucap Ryou.

"Y-ya.." jawab Marsha.

"Ayo," kata Ryou sambil menarik tubuh Marsha untuk berdiri.

"Ti-tidak bisa, kakiku tidak kuat berdiri." jawab Marsha yang masih duduk lemas di jalanan.

"Baiklah aku akan menggendongmu," kata Ryou.

"Terimakasih," jawab Marsha malu-malu.

"Tidak masalah, marsha." jawabnya santai.

Sekian waktu berlalu akhirnya Marsha dan Ryou sudah tiba di depan rumah gadis itu. 

"Terimakasih Ryou, kau sudah mengantarku ke rumah." ucap Marsha dengan senyum tipis.

"Tidak masalah. Itu kewajiban seorang laki-laki." jawabnya sambil terkekeh kecil.

"Baiklah." jawabku terkekeh mendengar kata Ryou.

Aku berjalan ke pintu rumah dan juga tidak lupa menawar untuk masuk.

"Apa kau mau mampir ke rumahku?" tawar gadis itu dengan senyum manis.

"Tidak Marsha, aku langsung pulang saja. Nanti orangtuaku mencariku kemana-mana." jawabnya dengan senyum tipis.

"Baiklah, hati-hati di jalan." jawab Marsha sambil melambaikan tangan.

"Selamat malam, Marsha." kata Ryou berlalu pergi.



Ryou POV

"Akhirnya aku menemukanmu Marsha Himura." gumamku.

"Kou, akan kuhancurkan kau secara perlahan." ucapku sambil terkekeh.

"Akan kubuat Marsha menjadi milikku dan kau akan mati!" teriakku tanpa peduli orang di sekitarku sambil tertawa keras.


Author POV

Terlihat seseorang di sudut gang melihat Ryou dengan wajah gelisahnya.

"Aku harus memberitahu Kou segera mungkin." kata pemuda itu di balik tembok.

Setelah mendengar perkataan Ryou, pemuda itu langsung pergi untuk melaporkan ke Kou. Ryou yang belum menyadari bahwa ada orang mendengar omongannya dari tadi meninggalkan tempat itu. 

Di sisi lain, Marsha tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidupnya. 
Bahwa Ryou merencanakan sesuatu yang menyangkut hidup dan matinya.


Author POV end

Keesokan hari yang cerah anak kecil SD berumur 9 tahun membangunkan sang gadis berambut merah panjang. Gadis rambut merah tersebut yang masih tidur nyenyak di ranjangnya. Anak kecil yang membangunkan mulai kelelahan membangunkan kakaknya. Akhirnya dengan usaha terakhir teriak.

"Kak! Ada kecoa di samping kakak!!" Teriak shika di sebelah rajang kakaknya.

"Mana!?" Teriaknya tiba-tiba bangun.

"Tidak ada." Kata shika dengan santai.

"Kamu ini💢" kata Marsha menahan kesal.

"Maaf kak. Habisnya kakak susah di bangunin." Kata shika sambil memohon maaf.

Pagi banyak tawa canda kakak adik menjadi hari yang menyenangkan. Setelah mareka beredua berangkat sekolah masing-masing. Sekolah Marsha yang biasanya sepi sekarang begitu banyak orang di depan gerbang sekolah. Katanya ada seorang aktor atau model masuk sekolahnya. Karena itu Marsha melihat apa yang di tunggu.

Pintu mobil terbuka melihat orang yang turun.

"Kau..."







TBC.......





Penulis:

Chelsea Valentine

Selasa, 24 Desember 2019

MIRACLE (Chapter 1)

Mimpi

"Berjanjilah kau akan kembali?" ucap ku sambil menahan air mataku.

"Ya, aku berjanji akan kembali dan aku akan menemui mu jika aku kembali lagi. Maukah kau menungguku kembali?" jawabnya dengan senyum tulus menghiasi wajahnya.

"Tentu saja. Walaupun ribuan tahun aku lewati, aku akan tetap menunggumu disini." balasku dengan senyuman kecil.

"Setelah itu kita akan bersama." jawabnya lagi.

"Ya, jaga dirimu, Kou." jawabku.

"Pasti, kau juga jagalah dirimu." jawabnya sambil melepas genggaman tangan kami.

"Hmm.." jawabku dengan gumaman

"Baiklah aku pergi dulu." ucapnya seraya melambaikan tangan kanannnya kearahku.

"Selamat jalan dan sampai jumpa, Kou."

.......

Pagi yang cerah untuk awal langkah dengan bangun dari mimpi sebuah kenangan. Namaku adalah Marsha Himura, saat ini aku duduk di kelas  3 sekolah menengah, dan usiaku 15 tahun. Aku memiliki adik laki-laki bernama Shika Himura, saat ini ia kelas 4 SD dan ia berbeda 6 tahun lebih muda dari aku. Orangtua kami sudah tidak ada saat Shika berusia 4 tahun.

Sekarang saatnya mempersiapkan diri pergi ke sekolah dan belajar dengan benar untuk menghidupi diriku dan adikku.

Pagi hari setelah selesai bersiap aku membuatkan sarapan untuk adikku, Shika. Setelah kepergian kedua orangtuaku, akulah yang harus mengurus semua keperluan adik kecilku ini.

"Shika, sarapan sudah siap." ucapku pada bocah lelaki yang masih asik bergelung dengan selimut tidurnya.

"Ya, aku akan turun setelah mandi." jawab bocah itu.

"Aku akan berangkat lebih dulu, kau kunci pintunya jika ingin berangkat."

"Ya, hati-hati, Kak." jawab Shika yang brada di dalam kamar mandi.

"Baiklah aku berangkat."

"Tunggu! Kakak sudah sarapan?"

"Sudah, ingat jangan terlambat, mungkin aku akan pulang telat."

"Baiklah, hati-hati di jalan." jawabnya.

Kulanngkahkan kedua kakiku kini menuju sekolah, teringat akan mimpi itu kembali membuatku bersemangat. Akankan lelaki itu kembali? Ku harap lelaki itu akan kembali dan bertemu denganku.



~POV 3~
Sesampainya di sekolah seperti biasa, sekolah penuh dengan murid-murid untuk belajar mengejar masa depan mereka masing-masing.
"Pagi, Marsha." sapa seorang gadis yang terlihat ceria pagi ini di depan pintu kelas.
"Pagi, Ran." balasku dengan senyum kecil dari bangku yang ku duduki.
"Kau tahu, hari ini ada murid pindahan." kata Ran berlari kecil kearahku dengan wajah berbinar-binar.
"Oh, benarkah?!" jawabku acuh.
"Sepertinya kau tidak tertarik melihat jawabanmu yang seperti itu." jawab Ran, aku hanya terkekeh kecil tanpa menjawabnya.
Ran langsung saja duduk dibangku miliknya saat terdengar bunyi bel tanda kelas pagi ini sudah di mulai. Ku palingkan wajahku ke arah jendela karena saat ini aku memang duduk di pinggir dekat dengan jendela.
Kelaspun di mulai dengan suara histeris para gadis di kelasku, entah apa yang terjadi aku tidak berminat untuk mengetahuinya hingga seseorang menyapa dan membuyarkan lamunan indahku.
"Hai, namaku Luka Cross, salam kenal." sapanya dengan senyum lembut.
Aku menoleh dan menatap seorang lelaki yang terlihat tampan di belakangku, "Ah ... hai, namaku Marsha Himura, salam kenal ." jawabku sedikit terkejut.
Aku melihat luka dalam dalam, lalu kembali ku luruskan pandanganku kearah pak guru yang kini sedang menerangkan pelajaran.
'Tampan ... sepertinya aku menyesal karena melewatkan perkenalan anak lelaki itu tadi.' batinku.
Kembali ku melamunkan mimpi sebuah kenangan  yang semalam ku dapatkan, 'Kapan Kou akan kembali? Sudah beberapa ahun ia pergi. Apakah ia masih mengingatku.' batin ku
"MARSHA!!!" teriak Ran di telingaku.
"Kau membuat telingaku sakit, Ran." protesku pada sahabat baikku itu.
"Aku sudah memanggilmu puluhan kali, tetapi kau masih saja menikmati lamunanmu itu!" gerutu Ran.
"Jadi ada apaan Ran?" Tanyaku sambil tersenyum manis
Aku melihat Ran yang senyum-senyum sendiri. Apa yang dia pikirkan?
"Ran kau kenapa?" tanyaku dengan wajah khawatir.
"Ah... Tidak apa - apa kok. Oh iya, ke kantin yuk." ajaknya riang.
"Oke. Luka kau mau ikut ke kantin?" tanyaku ke Luka
"Boleh." jawabnya sambil tersenyum yang menghiasi wajahnya.
"Luka kau kenapa pindah sekolah?" tanyaku ke Luka yang duduk di hadapanku saat di kantin.
"Pekerjaan orang tua." jawabnya sambil makan makananya.
"Ooh" tanggapku.
Bel masuk sudah berbunyi dan jam pelajaran akan dimulai sampai jam pulang sekolah.
"Mar kamu habis ini kemana?" tanya Ran
"Kemana lagi selain kerja paruh waktu." jawabku
Ku lihat muka Ran langsung murung. Aku merasa bersalah kalau begini, apa yamg harus aku lakukan biar dia tidak mengkhawatirkan aku.
"Ran kau kenapa murung? Aku apa-apa kok." jawabku
"Maaf seharusnya aku tidak bertanya begitu." jawabnya sambil murung.
"Tidak apa-apa kok. Aku senang kau pikirin aku tapi aku baik-baik aja." semangatku.
"Baiklah tapi kalo terjadi apa-apa bilang ke aku ya."
"Ya. Baiklah, aku kerja dulu ya" jawabku sambil melambai tangan ke ran.
~Ran pov~
Ketika aku ke luar kelas, aku melihat seorang laki-laki berdiri luar. Aku segera menghampirinya.
"Hei kamu ngapain di sini?" tanyaku saat tiba di depannya
"Itu, buku aku ketinggalan di meja." jawabnya
"Jadi kau dengar semua percakapan kami berdua?" tanyaku ke pemuda itu.
"Iya. maaf aku telah dengar semuanya." katanya sambil murung.
"Tidak apa-apa, tapi kau jangan bilang siapa-siapa termasuk marsha ya Luka." Jawabku
"Iya, aku janji." jawab luka
~Normal POV~
'Hari ini cepat pulang dan aku dapat bonus.' batinku dengan gembira
"Sebaiknya aku pulang dulu ingin siapin makanan." kataku
Saat perjalanan sepertinya aku menabrak seseorang.
"Aduuh..." kataku sambil menahan sakit.
"Kau tidak apa-apa?" tanya pemuda itu dengan wajah khawatir.
"Oh, aku tidak apa apa ."jawabku sambil bediri membersihkan diri.
"Aku minta maaf." kata pemuda itu
"Tidak perlu aku juga minta maaf" jawab ku
"Kalau kau paksa." kata pemuda itu.
"Kau namanya siapa?" tanyaku ke dia
"Aku ..."

TBC.......

Penulis:
Chelsea Valentine